Jumat, 24 Februari 2017

Mantan Petinggi Polri: Kenapa Kasus Ahok Aneh? Kenapa Penguasa Membela Mati-matian?


Kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama merupakan perkara sederhana dan mudah untuk diselesaikan. Apalagi, sudah banyak kasus sejenis sebelumnya.

"Alhamdulillah Indonesia punya UU Penodaan/Penistaan agama, semua pelakunya dihukum berat ditahan diproses dan dipenjara," jelas mantan petinggi Polri yang pernah berkali-kali menangani kasus penistaan agama di Indonesia, Anton Digdoyo.

Karena itulah, dia mempertanyakan, kenapa kasus Ahok ini penanganannya rumit dan ribet sekali.

"Kenapa kasus Ahok jadi aneh? Karena dibela mati-matian oleh penguasa. Kenapa penguasa membela? Tanya saja pada mereka. Kita cuma bisa membahas yang tampak-tampak," sambung Dewan Pakar ICMI Pusat ini lewat pesan singkat yang diterima pagi ini.

Misalnya, soal langkah Mendagri Tjahjo Kumolo untuk meminta Fatwa Mahkamah Agung. Setelah keluar Fatwa, Mendagri sempat tak bersedia menyampaikan isi Fatwa tersebut ke publik.

Terlepas dari itu, dia menambahkan, sebenarnya sudah ada Fatwa MA agar semua pelaku penista agama dihukum seberat-beratnya karena termasuk kejahatan yang derajat keresahannya di masyarakat sangat tinggi.

"Maka Arswendo dan lain-lain pun dihukum maksimal 5 tahun penjara. Kenapa Ahok diistimewakan. Padahal azas hukum itu adalah untuk kesamaan keadilan kemanfaatan dan kepastian hukum wajib dijaga ditegakkan," tandasnya.

Presiden Jokowi sendiri sebelumnya sudah berkali-kali menepis anggapan dia mengintervensi penanganan kasus Ahok tersebut. (rmol)

Infak Diperkarakan, Din Tantang Polisi Bongkar Dana Teman Ahok dan Rekening Gendut

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr Din Syamsudin mengaku terusik hatinya ketika ada aktivis muslim yang dikriminalisasi dengan tuduhan yang tidak berdasar.
Hal itu, terkait kasus yang menimpa Adnin Armas, Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, yang kabarnya dijadikan tersangka oleh kepolisian atas kasus dana infaq umat Islam kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang dihimpun menggunakan rekening yayasan yang diketuainya.
Din menilai, Polri sudah melampaui batas. Ia pun menantang kepolisian untuk tidak pilih kasih dalam membongkar kasus serupa.Kalau mau dibongkar semuanya. Kita bisa kasih kasusnya, seperti uang Teman Ahok, atau rekening gendut Polri. Atau apa, kalau mau ayo bongkar semuanya,” ucap Din kepada hidayatullah.com, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (23/02/2017).
Ia mengungkapkan, pilihannya hanya dua, bongkar semua kasus serupa tanpa pilih kasih. Atau hentikan kasus tersebut.“Saya berharap itu tidak dilanjutkan oleh Polri. Agar tidak menambah sesak dada umat Islam dengan ketidakadilan,” ujarnya.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mewanti-wanti, bahwa jika aparat berlebihan menegakkan hukum, apalagi sampai tidak adil. Semua itu akan kembali ke dirinya sendiri.
“Saya berharap Polri jernih melihat ini,” tandas Din.*

Kamis, 23 Februari 2017

GEMPAR!! Kapolri Sebut Kapolda Metro Turut Terseret Rekayasa Kasus Antasari

ALLOH YANG AKAN MEMPORAK PORANDAKAN BARISAN MEREKA.....

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar dalam laporan ke Bareskrim Polri pada 14 Februari 2017, melaporkan dugaan pidana persangkaan palsu atau rekayasa kasus (Pasal 417 KUHP) dan penghilangan barang bukti (Pasal 318 KUHP) atas kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang memvonisnya 18 tahun penjara.



Antasari menyampaikan empat item bukti petunjuk untuk menguatkan laporannya dan mengarah kepada penyidik yang menangani kasus pembunuhan Nasrudin pada 2009.

Demikian disampaikan Tito Karnavian dalam Rapat Kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

“Yang dilaporkannya Pasal 318, yaitu adanya petugas yang membiarkan, yang seolah-olah melakukan rekayasa, atau mneghilangkan barang bukti. Adaa empat item yang dilaporkannya,” kata Tito.

Baca: Kapolri Beberkan Ketua GNPF MUI Kirim Dana dari Aksi Bela Islam II dan III ke ISIS

Tito menyebutkan empat item yang dilaporkan Antasari itu adalah tentang baju dan celana korban, tembakan peluru ke korban, SMS dan keterangan dua orang saksi.

Tito menjelaskan, Antasari dalam laporan malaporkan, penyidik tidak menjadikannya baju korban, Nasrudin Zulkarnaen, sebagai barang bukti di persidangan.

Oleh karena itu, penyidik dianggapnya menghilangkan barang bukti.

Tentang peluru, Antasari mempertanyakan dalam penyidikan dan dakwaan jaksa disebutkan ada tiga tembakan kepada korban.

Namun, kenyataanya hanya ada dua tembakan dalam fakta persidangan.

Selanjutnya, tentang adanya pesan singkat atau SMS dari Antasari kepada Nasrudin sekitar dua bulan sebelum tewas ditembak.

Saat persidangan perkara Antasari, jaksa menyebutkan SMS tersebut berbunyi peringatan dari Antasari kepada Nasrudin.

Namun, Antasari tidak merasa pernah mengirimkan SMS tersebut dan hingga kini tidak dapat dibuktikan.

Selain itu, dua saksi yang dihadirkan, Etza Imelda Fitri dan Jeffry Lumempouw, yang mengaku pernah melihat isi SMS tersebut dari telepon genggam Nasrudin Zulkarnaen.

Namun, dalam persidangan, data record pesan tersebut di folder SMS maupun di telepon genggam tersebut tidak ada.

“Sehingga menurut yang bersangkutan (Antasari Azhar), ini penyidik itu merekayasan SMS tersebut,” jelas Tito.

Menurut Tito, secara keseluruhan materi maupun empat item yang dilaporkan oleh Antasari Azhar ke Bareskrim Polri menyasar para penyidik yang dulu menangani perkara Antasari, termasuk Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan selaku Direskrimum Polda Metro Jaya.

Ia membantah Polri terlibat settingan untuk menyerang mantan presiden SBY. Sebab, justru pihak Polri yang disasar oleh Antasari terkait laporan tersebut.

“Jadi, tidak ada kami setting apapun. Justri Polri yang dirugikan karena yang diserang adalah penyidik. Sedangka serangan ke Pak SBY enggak ada, serangan secara laporan tidak ada, tertulis pum tidak ada,” tandasnya. [AW/Tribunnews]

Indonesia Kritis, Tokoh Reformasi Amien Rais Bongkar Ancaman Dahsyat Poros Beijing

Tokoh reformasi, Prof Dr Amien Rais menilai masa depan Negara Indonesia sejatinya berada pada hasil Pilkada Jakarta.
Tapi, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu merasa khawatir dengan kondisi Indonesia yang semakin kritis.


“Saya lahir sebelum proklamasi dan saya hidup di lingkungan Muhammadiyah dan Masyumi. Nah saya katakan, belum pernah negeri muslim terbesar yang namanya Indonesia ini, dalam keadaan yang sekritis dan mengkhawatirkan seperti yang kita alami saat ini,” katanya saat Tablig Akbar di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Sabtu malam (18/2/2017).

Mengutip Milton Friedman, Amien Rais sependapat dengan perkataannya “The combination of economic and political power in the same hands is a sure recipe for tyranny”. Kombinasi politik dan ekonomi disatukan adalah resep yang cespleng untuk munculnya tirani yang mendasar minoritas atas mayoritas.

“Saudara-saudara saya tahu ini direkam, teman-teman dari BIN ada disini, dari Bareskrim ada disini juga untuk memata-matai saya. Pasti ada, saya katakan, saya bisa berdebat dengan Pak Jokowi kapan saja. Maaf pak Jokowi saya ekspresi anak negeri yang dilindungi Undang Undang Dasar, bahwa sejatinya pak Jokowi dan pak Ahok adalah dua boneka politik dan ekonomi dari warga yang hanya dua persen,” ujarnya.

Ucapan Jokowi yang mengatakan bahwa Indonesia harus jadi poros maritim di Asia bahkan dunia, menurut Amien Rais bagian dari rencana Beijing mengembangkan sayap ekonomi dan jalur perdagangan bisnis Internasional Tiongkok.

“Ini saya buka, sarjana ekonomi S1 dari UGM kok tiba-tiba jadi ahli kelautan. Jebulnya, ternyata tim pemenangan pak Jokowi sekarang ini sudah berkali-kali sowan ke Beijing, dari sana dikenalkan dengan OBOR (One Bild One Road). Dalam rangka mengepakkan sayap ekonomi dan militer itu, maka Beijing membuat jalan sutra dari Beijing terus ke selatan lewat Asia Tengah sampai ke Turki, sampai ke Eropa,” ucapnya.

Amien Rais mengetahui bahwa Negeri Indonesia akan jadi pelayan ekonomi Negeri Bambu. Menjadi budak di negeri sendiri merupakan ancaman yang sudah ada didepan mata. Dia sangat berharap komentarnya didengar oleh Pemerintahan Jokowi, untuk selanjutnya berdialog masalah ancaman bangsa dari gempuran ekonomi Tiongkok.

“Nah saudara-saudara, orang yang berfikiran sederhana tahu bahwa poros maritimnya rezim ini, jadi subordination, jadi pelayan ekonomi Cina. Saya tahu ini direkam, malah supaya didengar oleh mereka. Jadi kita ini mengalami hal yang paling mengkhawatirkan,” tandasnya. [SY]

Rabu, 22 Februari 2017

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik Ketiga Dunia

BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat baik dibandingkan negara-negara besar. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen, menurutnya telah masuk posisi tiga besar terbaik di dunia.

"Harus saya katakan, 2016 ekonomi kita sangat baik dibanding negara-negara besar. Yaitu 5,02 persen masuk tiga besar yang terbaik di dunia, kita hanya kalah dengan India, Tiongkok, nomor tiganya kita. Ini yang harus terus kita rawat dan jaga," ujar Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2).

Presiden RI itu mengatakan, jangan sampai momentum pertumbuhan tersebut tidak diperhatikan. Apalagi jika sampai menjadi turun. "Jangan sampai kehilangan konsentrasi, fokus," ucapnya.

Jokowi menambahkan, selanjutnya fokus pemerintah adalah terkait pemerataan ekonomi. Sebab menurut Presiden, rasio kesenjagan di masyarakat sangat tinggi, antara kaya dan miskin.

Pada 2016, rasio kesenjangan turun menjadi 0,39 persen dibanding tahun sebelumnya, 0,41 persen. Pemerintah diakui sedikit demi sedikit terus menurunkan rasio angka kesenjangan tersebut.

Ada tiga hal yang menjadi prioritas pemerintah dalam pemerataan ekonomi, di antaranya, masalah reforma agraria dan redistribusi aset, permodalan serta pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Pemerintah akan membagi lahan-lahan tidak produktif kepada rakyat, koperasi, sehingga aset-aset negara terdistribusi dengan baik. Kemudian pemerintah juga membantu terkait akses atau dukungan permodalan. 

Dalam hal pembangunan SDM, pemerintah akan menggenjot masalah vocational training, kejuruan, seperti halnya mengoptimalkan sekolah-sekolah kejuruan. Apabila upaya itu konsisten diimplementasikan, Jokowi yakin suatu saat ekonomi Indonesia bisa masuk lima besar dunia.

"Penduduk Indonesia akan mencapai 309 juta pada 2045. PDB (produk domestik bruto) kita sekarang Rp 13 triliun. Nanti 2045 bisa 9,1 dolar AS, 10 kali lipat dari yang kita punyai sekarang. Kalau kita konsisten bekerja seperti sekarang, kita akan memasuki lima besar ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita kurang lebih 29 ribu dolar AS," jelasnya. REPUBLIKA.CO.ID

Jumat, 17 Februari 2017

Inilah Cara Intel Korut Beroperasi di Indonesia

Kasus pembunuhan atas warga Korea Utara (Korut) bernama Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Senin (13/2) memunculkan berbagai spekulasi.
Kasus pembunuhan atas kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-un yang menyeret warga negara Indonesia bernama Siti Aisyah itu diyakini sebagai hasil kerja intelijen. Ada dugaan lembaga telik sandi Korea Utara merekrut Aisyah sebagai salah satu agennya.
Laman The Star Malaysia melaporkan, lembaga intelijen Korut yang dikenal dengan sebutan Reconnaissance General Bureau (RGB) sudah lebih dari dua dekade beroperasi di Malaysia, Singapura dan Indonesia. Sumber di kalangan intelijen menyebut operasi RGB di tiga negara itu merupakan jaringan terbesar di luar Korut.
RGB disebut-sebut lebih memilih beroperasi di Malaysia dan Singapura. RGB pula yang mengelola operasi klandestin negeri yang beribu kota di Pyongyang itu.
Untuk menutupi operasi RGB di ketiga negara itu maka mereka biasanya menggunakan agen-agen yang menyamar sebagai insinyur, konsultan teknik konstruksi, hingga membuka restoran Korea. “Mereka menggunakan restoran sebagai front utama untuk melakukan kegiatan intelijen dan pengawasan, menyasar politikus Jepang dan Korea Selatan, diplomat, petinggi perusahaan dan pengusaha,” ujar sumber The Star.
RGB berada di bawah kendali Kementerian Keamanan Negara dan melaporkan hasil kerjanya langsung ke Kim Jong-un. Di Indonesia, agen-agen RGB juga mengoperasikan pabrik-pabrik tekstil termasuk di Jakarta.
“Salah satunya terletak di atas sebuah restoran Korea Utara di pusat Jakarta yang menjadi bagian dari kantor RGB di Indonesia,” ujar sumber itu.
Dan untuk membiayai jaringan yang rumit, RGB juga menyelundupkan narkoba. Salah satu yang terungkap adalah penyelundupan 125 kilo heroin ke Australia menggunakan kapal dagang bernama Pong Su pada 2003.
Sumber itu menyebut penyelidikan oleh kepolisian Australia mengungkap bahwa RGB menggunakan Port Klang yang dikenal sebagai pelabuhan laut utama di Selangor, Malaysia sebagai tempat transit narkoba. Narkoba dibedah dan dikemas ulang di Port Klang untuk diselundupkan ke negara lain.
Sumber itu juga menuturkan, RGB pada awal 2000-an menggunakan Malaysia sebagai tujuan untuk mengubah rute pergerakan bahan-bahan kimia berbahaya termasuk untuk membuat gas saraf ke ibu kota Korut, Pyongyang melalui Tiongkok.(ara/jpnn) 

Kamis, 16 Februari 2017

Relawan Agus-Sylvi Deklarasikan Dukungan ke Anies-Sandi

Relawan Agus-Sylvi asal Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KMNI) mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Anies-Sandi pada putaran dua Pilgub DKI 2017, setelah paslon nomor satu hampir dipastikan tidak lolos putaran berikutnya. Deklarasi tersebut dihadiri langsung oleh sang calon gubernur, Anies Rasyid Baswedan.

"Memberikan dukungan sepenuhnya kepada pasangan Anies-Sandi dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta," kata Ketua KMNI Alex Asmasoebrata di Jalan Cikajang nomor 60, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/2).

Alex juga berharap, pasangan Agus-Sylvi segera menentukan sikap untuk memberikan dukungan kepada Anies-Sandi. Sehingga, seluruh suara pemilih Agus-Sylvi yang bisa secara bulat dialihkan bagi pasangan Anies-Sandi.

"Mendorong pasangan Agus-Sylvi dapat segera menentukan sikapnya memberikan dukungan kepada pasangan Anies-Sandi agar seluruh suara pemilih Agus-Sylvi yang sekitar 17 persen, dapat secara bulat mendukung Anies-Sandi," ujarnyanya

Alex juga memohon agar pasangan Anies-Sandi dapat menerima dan memaksimalkan dukungan dari para relawan Agus-Sylvi. Tak hanya dari relawannya, Alex juga meminta Anies-Sandi menyambut baik dan menerima dukungan dari pasangan Agus-Sylvi secara keseluruhan.