Minggu, 25 Desember 2016

Para ahli teknologi AS berikrar untuk tidak membuat database Muslim

Ketika ditanya tahun lalu pada kampanyenya apakah ia pikir Amerika Serikat harus membuat database Muslim di negara tersebut, Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NBC News: “Oh, saya pasti akan menerapkan itu benar-benar.”
Pada Selasa (13/12/2016) dikutip Los Angeles Time, ratusan pelaku industri teknologi ditanya apakah mereka akan membantu membangun basis data tersebut atau tidak. Namun jawabannya “tidak akan pernah”.
Rabu pagi (14/12) sejumlah 590 insinyur perangkat lunak, desainer, eksekutif bisnis dan personil pengolahan data dari perusahaan-perusahaan AS seperti Google, Twitter, Microsoft, Mozilla dan Palantir Technologies telah menandatangani ikrar untuk “berdiri dalam solidaritas dengan Muslim Amerika, imigran, dan semua orang yang kehidupan dan mata pencaharian terancam oleh kebijakan pengumpulan data yang diusulkan pemerintahan baru.”
Sebagai bagian dari ikrar yang mereka tanda tangani itu di antaranya:
  • Menolak untuk berpartisipasi dalam penciptaan database yang akan memungkinkan pemerintah untuk menargetkan individu berdasarkan ras, agama atau asal negara
  • Mendukung aksi meminimalkan pengumpulan data yang akan memfasilitasi penargetan etnis atau agama
  • Secara bertanggung jawab menghancurkan penyusunan dan penyalinan data beresiko tinggi
  • Mengundurkan diri dari organisasi mereka jika diperintahkan untuk membangun basis data serupa
Dengan penandatanganan janji tersebut, yang dilaporkan sebagai inisiatif akar rumput yang dipimpin oleh para insinyur di Wave dan Slack, industri teknologi menegaskan ‘pertempuran’ melawan pemerintah, menurut Kresta Daly, pengacara hak sipil dan kriminal yang berbasis di Sacramento.
Ketika para pemilik industri melihat bahwa pekerja mereka secara terbuka tidak bersedia untuk bekerja sama, “hal itu akan mempersulit pemerintah untuk merealisasikan rencana mereka,” katanya.
Tidak jelas apakah pemerintahan baru Trump benar-benar akan bersandar pada sektor teknologi untuk membangun database tersebut, atau bahkan akan merealisasikan janjinya untuk mencegah Muslim memasuki Amerika.
Pada beberapa minggu setelah kemenangan Trump, tim presiden terpilih mengatakan bahwa ia tidak pernah menganjurkan untuk membuat “registrasi atau sistem yang akan melacak individu berdasarkan agama mereka.” Namun demikian, situs Trump masih menyerukan slogan “penutupan total seluruh pintu memasuki Amerika Serikat untuk Muslim”.
Pemerintah AS telah dikenal karena menekan industri teknologi untuk mendukung kepentingan mereka, termasuk meminta Microsoft untuk membantu Badan Keamanan Nasional menghindari enkripsi pada situs Outlook.com atau FBI yang menuntut Apple membantu membuka iPhone dari salah satu pelaku penembakan San Bernardino. (althaf/arrahmah.com)
- See more at: https://www.arrahmah.com/news/2016/12/17/para-ahli-teknologi-as-berikrar-untuk-tidak-membuat-database-muslim.html#sthash.fgNRtRxb.dpuf

Sabtu, 24 Desember 2016

HAMPIR AKU TAK PERCAYA SEDANG BERADA DI NEGERI MAYORITAS MUSLIM


Kemarin, 23 Desember 2016 menjadi hari yg sangat ditungu-tunggu oleh seorang santriwati dari Smpit Harapan Umat Ngawi. Hari itu adalah hari kejuaraan Karate se-Jatim yang diselenggarakan di GOR Magetan. Auliya nama santriwati itu. Siang malam ia berlatih sekuat tenaga. Berangkat latihan pagi pagi sekali, lalu pulang menjelang dzuhur. Istirahat sejenak lalu pergi latihan lagi, dan baru kembali pulang jam setengah sembilan malam. Setiap hari. Dia berharap, tanggal 23 kemarin bisa menjadi sejarah yang akan mengukir namanya dalam jajaran juara Karate.
Namun saat hari itu tiba, saat ia sudah siap bertanding dengan seragam karate gagahnya, seorang juri menyuruhnya melepas JILBAB nya. Ia tak dibolehkan mengikuti pertandingan dengan jilbabnya. Tersentaklah ia. Bergejolak pertandingan yang sangat hebat dalam hatinya. Bertanding mengejar mimpi atau mempertahankan JILBAB nya, izzah ke-Islaman nya...
Latihan gigihnya selama ini... Impiannya... Akankah menguap begitu saja...
Peserta yang lain, yang sebelumnya berjilbab, mulai melepas JILBAB nya satu persatu... Tapi anak itu....
Perlahan, dengan air mata menggenang di pelupuk, ia melangkah meninggalkan arena pertandingan. Ia telah memenangkan pertandingannya, pertandingan mempertahankan izzatul Islam....
Aku yang merekam semua itu dengan mata kepalaku, hampir tak percaya. Sebelumnya aku hanya mendengar seperti ini dari berita. Tp kali ini, hadir dengan nyata di depan mata. Ini negeri mayoritas Muslim! Ada apa dengan JILBAB?
Kawan2... Yang beramanah menjadi Pendidik... Mari tanamkan IZZAH ISLAM sedalam dalamnya dalam hati anak2 kita. Hingga esok lagi, tak ada lagi seorang muslim yang menjual IZZAH nya demi sekeping medali....
tulisan guru Auliya, pak Ustadz Janan Farisi hafizhahullah
BANTU SEBARKAN !!!

AL-QURAN MENGINGATKAN TENTANG "AIR MATA PENIPU"


AHOK : 
(1) Air mata itu rahmat. Air mata cermin keluhuran jiwa. Air mata alat menyapa Pemilik purnama, saat jiwa tandus tak bernyawa.

(2) Tapi tak semua air mata. Pepatah Bahasa Indonesia mengenal istilah air mata buaya. Air mata gombal, meluluhkan tapi kemudian menerkam.

(3) Al-Quran mengabadikannya saat menggambarkan air mata dusta, abang-kakanda Yusuf a.s (usai menceburkan Yusuf ke dalam sumur). Silahkan cek Surat Yusuf ayat 16.

وَجَآءُوٓ أَبَاهُمۡ عِشَآءً۬ يَبۡكُونَ

"Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis." (QS Yusuf: 16)
(4) Air mata yang berfungsi menipu (alkhida') dan tadhlil (menggiring opini sesat). Targetnya: menutupi perilaku angkara murka dan meraih simpati publik.

(5) Namun, Mukmin (bukan muslim ya) yang cerdas, tak akan terkecoh dengan air mata buaya. Demikian Ayah Yusuf. Tidak terkecoh walaupun disodor pakaian yang dilumuri darah.

(6) Apalagi air mata dari pribadi yang sepak terjangnya jauh dari welas asih, dekat dengan keangkuhan dan niat jahat model AHOK. Masih mau dikadalin?

(7) Pepatah rakyat Mesir menegaskan (ضربنى وبكى، وسبقنى واشتكى). Maksudnya. Manusia yang hobi memukul, bisa saja ia menangis. Lalu kemudian ia menelikung, dan tak lama mengaduh.

(8) Sosok Ahox persis seperti pepatah rakyat Mesir di atas. Usai membuat kegaduhan dan menyedot dana ratusan milyar. Apa wajar ia menangis di persidangan, yang ia tahu banya rekayasa?

(9) Bagi saya. Ahox masuk Islam pun, tak akan mengubah keimanan saya, bahwa Ahox dan perilakunya harus dilawan. Model Ahox tak lebih dari dajjal kecil. Yakinlah!

(By: Ust. Nandang Burhanudin)

INI LANGKAH ACTA BILA KASUS AHOK TAK NAIK JADI PENYIDIKAN

AHOK : Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) akan menggelar pertemuan dengan para advokat, ormas, dan ulama membicarakan langkah selanjutnya jika kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak dinaikkan statusnya ke penyidikan.

Anggota ACTA Habib Novel Bamukmin mengatakan, ACTA saat ini pun terus mengawal kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok tersebut. Saat ini, ACTA pun tengah menantikan kabar kapan dilakukannya proses gelar perkara kasus penistaan agama tersebut
"Kita akan terus kawal sampai ke penyidikannya itu tuntas. Kalau statusnya tak naik saat gelar perkara, kita koordinasi dengan ormas dan advokat lain, mendesak Polri segera melakukan penyidikan," ujarnya pada Sindonews, Minggu (13/11/2016).

Menurut Habib Novel, ACTA tak main-main mengawal kasus penistaan agama tersebut. Sebab, Ahok sudah kerap membuat hati masyarakat, khususnya masyarakat muslim. Tututan untuk mengadili Ahok itu pun murni berdasarkan aspirasi umat muslim karena Alquran sebagai landasan hidup dihina.

"Sekarang pun Ahok menyebut-nyebut barbar (pada umat muslim). Ahok itu yang barbar karena dia yang selalu menantang perang," tuturnya.

Habib Novel itu mengungkapkan, Ahok itu seorang yang arogan, buktinya dia kembali membuat kegaduhan dengan menyebut umat muslim barbar. "Kami tidak akan membiarkan Ahok terus menghina umat muslim. Kita lihat bagaimana Ahok tak mau menyelesaikan perkara ini secara hukum, tapi dia yang ingin dilakukan secara terbuka, dengan kekuatan massa. Jadi ini Ahok menantang massa lagi dan kita akan tantangin itu sampai dimana dia," katanya. [beritaislam24h.net / snc]

Ada Misi Lain Dibalik Maraknya Serbuan TKA Cina

AHOK : Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat menegaskan, persoalan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina tidak apple to applebila disamakan dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri.
Menurut Jumhur, hadirnya tenaga kerja Indonesia (TKI) merupakan permintaan negara internasional dan meminta izin langsung kepada Indonesia.
"Kalau terjadi migrasi biasanya diminta. Kalau ada yang membandingkan ngapain 74 ribu orang Cina ke Indonesia dan TKI di luar negeri, itu tidak apple to apple. Kalo TKI sangat dibutuhkan oleh luar negeri," kata Jumhur saat diskusi bertajuk 'Di Balik Serbuan Warga Asing' di Restauran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/12/2016).
"Jadi ini lucu, tidak ada permintaan yang kuat untuk mendatangkan TKA Cina, ini mereka datang. Contohnya Korea Selatan, mereka sangat besar sekali kebutuhan tenaga kerja asal Indonesia. Tapi mereka satu minggu suruh iklankan media massa soal lowongan tersebut. Bila tidak ada, baru TKI masuk," paparnya.
Maka itu, Jumhur menduga serbuan TKA Cina ke Indonesia ada misi lain yang tengah dilakukan pengusaha dengan mendatangkan TKA. Sebab, secara logika ekonomi, hadirnya TKA bukan memperkecil biaya, namun memperlebar biaya.
"Proses logika bisnis untuk mencari keuntung sebesar-besarnya tidak ada bila memperkerjakan TKA. Ini berbahaya kalau ternyata ada misi lain," tukasnya. (icl)

Ini Tanggapan Hidayat Nur Wahid Atas Pernyataan Jokowi Tentang TKA Cina Ilegal

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan rakyat butuh aksi nyata pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden mengatasi masalah akibat ulah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina. Meski mengapresiasi, dia minta Presiden bukan berhenti memberikan klarifikasi dan bantahan.
"Begitu banyak kasus-kasus oleh WNA bermasalah, yang memanfaatkan bebas visa untuk melakukan pelanggaran hukum di Indonesia. Contohnya WNA Tiongkok yang menanam cabe yang disinyalir penuh bakteri jahat di Indonesia (Bogor-red) kemudian diedarkan," ujar Hidayat Nur wahid di kampus IPB Darmaga, Bogor, Sabtu (24/12/2016).
Tak hanya itu, Hidayat yang juga politisi PKS ini mengungkapkan adanya perusahaan dari Cina yang mengibarkan bendera China, merubah nama jalan dan bahkan mempersulit akses masuk aparat pemerintah Indonesia yang akan melakukan pemeriksaan ke areal pabrik atau investasi yang dilakukan perusahaan asal Cina.
Pemerintah, menurut Hidayat harus bertindak tegas dan nyata terhadap berbagai pelanggaran tersebut. Sebab, berbagai persoalan yang dilakukan TKA Cina tersebut berpotensi menggangu kedaulatan bangsa dan negara Indonesia. Selain meresahkan masyarakat luas.
Hidayat juga mengingatkan masuknya TKA Cina yang tidak memiliki keahlian atau tenaga kasar menjadi ironi bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, saat ini ribuan TKI justru mencari pekerjaan ke luar negeri. Namun lapangan atau kesempatan kerja malah dimasuki oleh TKA asing atau dari Cina.
"Menjadi sangat aneh, jika Indonesia mengirim tenaga-tenaga kerjanya ke luar negeri untuk melakukan pekerjaan kasar, sedangkan banyak tenega-tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia untuk melakukan pekerjaan kasar juga," ujarnya. Menurutnya, kondisi ini antara lain merupakan ekses kebijakan bebas visa.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengklarifikasi isu serbuan tenaga kerja Cina ke Indonesia. Jokowi membantah bahwa tenaga kerja asal Cina yang masuk ke Indonesia jumlahnya mencapai puluhan juta, dia menegaskan bahwa tenaga kerja Cina di Indonesia saat ini hanya berjumlah 21.000 orang.(ris)

Editor : Redaktur | teropongsenayan.com

PT WHW Kalbar Pekerjakan Ribuan TKA asal Tiongkok, WNI Tak Boleh Masuk

Tenaga karja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (PT.WHW AR) kian masif. TKA Tiongkok yang bekerja di perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalbar itu disinyalir mencapai ribuan orang.

Ironisnya, sampai saat ini, DPRD Provinsi Kalbar belum pernah menerima laporan resmi dari Imigrasi terkait keberadaan TKA asal Negeri Tirai Bambu yang bekerja di perusahaan pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina tahap I tersebut.

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Zulkarnaen Siregar menegaskan, disinyalir ada indikasi kelalaian dari Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak terkait keberadaan serta jumlah TKA asal Tiongkok yang bekerja di PT WHW.

“Bahkan, jumlah TKA asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina tahap I itu jumlahnya sekitar 3.000 hingga 4.000 orang. Apakah keberadaan ribuan tenaga kerja asing itu sudah sesuai prosedur atau tidak. Apakah mereka itu legal atau illegal di Kalbar?” tanya Zulkarnaen Siregar di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Kamis (22/12).

Bahkan, wakil rakyat asal Dapil Kota Pontianak ini menambahkan, PT WHW telah menyiapkan lokasi untuk pembangunan apartemen karyawan yang luasnya mencapai 200 hektar. Ironisnya, keberadaan TKA asal Tiongkok yang mencapai ribuan pekerja itu jumlahnya tidak diketahui secara pasti oleh Camat maupun Lurah setempat.

“Ironis sekali. Pihak Imigrasi, Camat serta Lurah tidak mengetahui secara pasti ihwal keberadaan jumlah tenaga kerja asing asal Cina yang jumlahnya mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 pekerja di PT WHW. Kan aneh itu, di Kabupaten Ketapang ada negara di dalam negara. Apalagi tidak ada aparat keamanan serta pihak Imigrasi dan Bea Cukai di kawasan tersebut,” lugasnya.

Yang tidak kalah memprihatinkan, Zulkarnaen menuturkan, ternyata Warga Negara Indonesia (WNI) tidak ada yang duduk di jajaran manajemen PT WHW.

“Semua posisi dan jabatan penting di jajaran manajemen PT WHW itu orang Cina. Warga negara Indonesia tidak boleh masuk di jajaran manajemen perusahaan termasuk di jajaran personalianya. Bahkan, orang Indonesia atau pribumi tidak boleh masuk ke kantor manajemen PT WHW serta tidak ada tulisan yang berbahasa Indonesia. Semuanya tulisan Cina,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, legislator Partai Golkar itu menuding bahwa keberadaan PT WHW di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang terkesan menutup diri dari pihak luar.

“Ada kandungan apa sebenarnya di dalam itu selain alumina. Boleh jadi ada emas, ada titanium serta bahan-bahan lainnya makanya PT WHW terkesan tertutup. Saya takut seperti yang terjadi di PT Freeport Indonesia. Izinnya mengambil tembaga, namun kenyataannya kandungan emas yang lebih besar. Bisa jadi di PT WHW ada emas serta titanium juga,” tengarainya. [jwp]